Nasi Lengko Cirebon – Kalau bicara soal kuliner khas Cirebon, pasti banyak yang langsung teringat dengan nasi lengko. Tapi tahukah kamu, ada satu tempat yang disebut-sebut sebagai legenda karena sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan sebelum penulis lahir! Rasanya unik, tampilannya sederhana, dan ada sentuhan nostalgia yang kental saat menyantapnya.

Lokasi yang Tersembunyi tapi Terkenal

Pagi itu, saya menyusuri Jalan Pagongan di Cirebon. Tujuannya jelas: sarapan nasi lengko legendaris di sebuah warung yang berada di dalam Gang Alas Demang 1. Walaupun berada di gang kecil, tempat ini ramai pengunjung dan sudah sangat dikenal oleh warga sekitar.

Apa Itu Nasi Lengko Cirebon?

Bagi yang belum familiar, nasi lengko adalah sajian khas Cirebon dengan bahan-bahan sederhana namun penuh cita rasa. Dalam sepiring nasi lengko, kamu akan menemukan:

  • Nasi putih
  • Tahu
  • Tempe
  • Toge
  • Timun
  • Bawang kucai
  • Bumbu kacang
  • Kecap manis (opsional)

Uniknya, semua bahan ini langsung diaduk bersama bumbu kacangnya sebelum disantap. Sekilas mirip ketoprak atau nasi pecel, tapi ada cita rasa khas yang berbeda di setiap suapan.

Sudah Ada Sejak Tahun 1950-an

Warung nasi lengko ini ternyata sudah eksis sejak tahun 1950-an, diteruskan secara turun temurun hingga sekarang. Dulu, penjualnya masih memikul dagangan keliling dan memasak menggunakan semprong (alat tiup tradisional). Sekarang, mereka masih setia menggunakan arang sebagai bahan bakar memasak demi menjaga cita rasa autentik.

Baca Juga :

Ayam Santa Kuliner Legendaris Cirebon yang Tetap Eksis di Era Digital

Nasi Lengko Cirebon: Menu Vegetarian, Tapi Bisa Ditambah Sate

Secara default, nasi lengko ini adalah menu vegetarian karena tidak mengandung daging sama sekali. Tapi tenang, bagi kamu yang ingin menambah rasa gurih dan protein ekstra, tersedia berbagai pilihan lauk:

  • Sate kambing
  • Sate sapi
  • Telur asin

Sate ayam tidak tersedia karena menurut penjual, rasanya tidak cocok dipadukan dengan nasi lengko.

Saatnya Menyantap Nasi Lengko Cirebon!

Satu porsi nasi lengko disajikan cukup banyak. Saya sampai minta nasinya dikurangi, tapi isiannya tetap banyak. Bumbu kacangnya cukup pedas dan tidak terlalu manis. Karena itu, tersedia tambahan kecap manis untuk menyesuaikan selera.

Sambalnya terasa “nendang”, ada rasa khas kacang yang kuat tapi tetap ringan. Kalau kamu mencari rasa asin, tinggal tambahkan telur asin atau santap bersama sate kambing/sapi.

Saya pun mencoba keduanya. Sate kambing dan sapi dibakar dari mentah, tidak dimarinasi, sehingga rasa aslinya keluar, apalagi dibakar dengan arang. Setiap tusuk sate terdiri dari kombinasi daging dan lemak yang bikin gurihnya pas banget.

Tahu Khusus, Enggak Dijual di Pasar

Tahu yang digunakan bukan tahu biasa. Katanya tahu ini khusus, tidak dijual bebas di pasar. Teksturnya lembut dan rasanya gurih seperti tahu susu. Sangat cocok dimakan bersama nasi lengko.

Harga yang Masih Bersahabat

Berikut ini daftar harga dari warung nasi lengko legendaris ini:

  • Nasi lengko penuh: Rp15.000
  • Nasi lengko setengah: Rp10.000
  • Sate kambing/sapi: Rp30.000 (10 tusuk), Rp60.000 (20 tusuk), Rp120.000 (40 tusuk)

Harga yang cukup ramah di kantong untuk cita rasa yang luar biasa dan pengalaman kuliner yang tidak terlupakan.

Penutup: Lebih dari Sekadar Sarapan

Selesai makan, saya sempat ngobrol sebentar lagi dengan ibu penjual. Ternyata beliau tidak memiliki HP dan tidak tahu soal YouTube atau media sosial. Tapi meski tanpa teknologi, kelezatan dan keramahan mereka membuat tempat ini viral dari mulut ke mulut.

Semoga usaha mereka terus lancar dan membawa berkah!

Tips buat kamu yang ke Cirebon:

Jangan lupa mampir ke nasi lengko Gang Alas Demang 1 ini. Makanannya enak, tempatnya sederhana, tapi penuh kehangatan dan cerita. Cocok untuk kamu yang ingin merasakan sensasi kuliner khas daerah yang otentik.

Sampai jumpa di kisah kuliner selanjutnya. Jangan lupa makan sehat, makan enak!

You might also enjoy:

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *