4 wisata di Selandia Baru yang membawamu langsung ke dunia trilogi Middle-Earth
Selandia Baru sering disebut sebagai salah satu negara dengan pemandangan alam terindah di dunia. Namun bagi para pecinta film, negeri ini punya julukan lain yang jauh lebih magis: Middle-Earth di dunia nyata. Di sinilah sutradara Peter Jackson menghidupkan dunia The Lord of The Rings dan The Hobbit dengan latar alam yang begitu epik, hingga nyaris tak perlu sentuhan efek visual berlebihan.
Pegunungan menjulang, lembah hijau tak berujung, hutan purba berkabut, dan danau sebening kaca — semuanya benar-benar ada dan bisa kamu kunjungi. Berjalan di tempat-tempat ini rasanya bukan seperti liburan biasa, melainkan seperti masuk ke dalam cerita Frodo, Gandalf, Aragorn, dan para hobbit.
Hobbiton Movie Set – The Shire yang Hidup di Matamata

Tak ada tempat yang lebih ikonik dari Hobbiton di Matamata. Inilah lokasi asli The Shire, kampung halaman Frodo dan Bilbo Baggins. Berbeda dengan set film pada umumnya yang dibongkar setelah syuting, Hobbiton justru dipertahankan dan dirawat hingga kini.
Perbukitan hijau yang bergelombang dihiasi pintu-pintu bundar warna-warni rumah hobbit, pagar kayu kecil, kebun bunga yang tertata rapi, hingga jalan setapak yang terasa begitu hangat dan damai. Semua detailnya dibuat persis seperti di film.
Kamu bisa berjalan santai menyusuri desa hobbit, berfoto di depan rumah Bilbo, dan menutup kunjungan dengan minum di The Green Dragon Inn — penginapan legendaris para hobbit.
Di sini, batas antara dunia film dan kenyataan benar-benar terasa tipis.
Tongariro National Park – Mordor dan Mount Doom yang Mencekam

Jika Hobbiton menghadirkan kedamaian, maka Tongariro National Park memperlihatkan sisi gelap Middle-Earth: Mordor.
Gunung Ngauruhoe yang berada di taman nasional ini digunakan sebagai Mount Doom, tempat Frodo menghancurkan cincin kekuasaan. Lanskapnya benar-benar dramatis: tanah berwarna merah kehitaman, bebatuan vulkanik, kawah aktif, dan suasana tandus tanpa pepohonan.
Salah satu trekking paling terkenal di dunia, Tongariro Alpine Crossing, akan membawamu melintasi pemandangan yang terasa seperti berjalan di negeri kegelapan. Angin kencang, kabut tipis, dan kontur tanah yang ekstrem membuat pengalaman ini terasa sangat sinematik.
Kamu tak hanya melihat Mordor — kamu berjalan di atasnya.
Fiordland National Park – Fangorn Forest dan River Anduin yang Mistis

Di bagian selatan Selandia Baru, terdapat kawasan liar bernama Fiordland National Park. Hutan purba yang lebat, danau luas, serta fjord megah di sini digunakan sebagai latar Fangorn Forest dan beberapa adegan di River Anduin.
Pepohonan tinggi menjulang dengan lumut menggantung, kabut yang turun perlahan, serta suasana sunyi membuat tempat ini terasa mistis. Rasanya seperti para Ent (pohon hidup) bisa bergerak kapan saja dari balik pepohonan.
Fiordland adalah contoh sempurna bagaimana alam Selandia Baru mampu menciptakan nuansa fantasi tanpa perlu rekayasa.
Glenorchy & Queenstown – Rohan, Isengard, dan Lothlórien

Wilayah sekitar Glenorchy dan Queenstown bisa dibilang sebagai “panggung serbaguna” dalam trilogi. Di sinilah difilmkan banyak adegan penting seperti:
-
Padang rumput Rohan
-
Menara Isengard milik Saruman
-
Hutan elf Lothlórien
Padang rumput luas dengan latar pegunungan bergerigi tajam menciptakan panorama yang luar biasa megah. Saat angin bertiup melewati rerumputan, kamu bisa membayangkan kuda-kuda Rohan berlari melintasi lembah.
Tempat ini sering disebut sebagai salah satu lanskap paling sinematik di dunia.
BACA JUGA :
3 Rekomendasi Aktivitas Laut di Australia Barat yang Wajib Dicoba
Menjelajah Middle-Earth di Dunia Nyata
Mengunjungi empat tempat ini bukan sekadar wisata alam biasa. Ini adalah perjalanan menyusuri dunia fantasi yang benar-benar ada. Kamu tidak hanya melihat lokasi syuting, tetapi merasakan langsung atmosfer yang membuat trilogi ini begitu hidup dan meyakinkan.
Dari kedamaian The Shire, kegelapan Mordor, kemistisan Fangorn, hingga kemegahan Rohan — semuanya bisa kamu rasakan di Selandia Baru.
