<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tempat makan keluarga Depok Archives - Lensa Perjalanan</title>
	<atom:link href="https://lensaperjalanan.com/tag/tempat-makan-keluarga-depok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lensaperjalanan.com/tag/tempat-makan-keluarga-depok/</link>
	<description>Review Hotel, Jalan Jalan, Traveling Ke Tempat Wisata Kekinian</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 May 2025 07:52:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://lensaperjalanan.com/wp-content/uploads/2025/01/cropped-bc624860-d716-4058-988c-7ac45baa08c0-removebg-preview-32x32.png</url>
	<title>Tempat makan keluarga Depok Archives - Lensa Perjalanan</title>
	<link>https://lensaperjalanan.com/tag/tempat-makan-keluarga-depok/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Restoran Rasa Rumah di Depok: Omah Jangan Diam Terus</title>
		<link>https://lensaperjalanan.com/kuliner/restoran-rasa-rumah-di-depok-omah-jangan-diam-terus/</link>
					<comments>https://lensaperjalanan.com/kuliner/restoran-rasa-rumah-di-depok-omah-jangan-diam-terus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[lensa01]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2025 07:52:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Nusantara Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Omah Jangan Diam Terus Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Restoran enak di Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Restoran nuansa pedesaan Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat makan keluarga Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lensaperjalanan.com/?p=4518</guid>

					<description><![CDATA[<p>lensaperjalanan.com &#8211; Restoran hidden gem ini menawarkan pengalaman kuliner dengan nuansa pedesaan yang tenang, asri, dan bikin betah. Dari luar memang tampak sederhana, tapi begitu masuk ke dalam, kamu akan disambut dengan halaman hijau yang luas, area duduk lesehan di saung bambu, dan berbagai hidangan khas Nusantara yang menggugah selera. Cocok banget buat makan bareng...</p>
<p>The post <a href="https://lensaperjalanan.com/kuliner/restoran-rasa-rumah-di-depok-omah-jangan-diam-terus/">Restoran Rasa Rumah di Depok: Omah Jangan Diam Terus</a> appeared first on <a href="https://lensaperjalanan.com">Lensa Perjalanan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://lensaperjalanan.com/">lensaperjalanan.com</a> &#8211; Restoran hidden gem ini menawarkan pengalaman kuliner dengan nuansa pedesaan yang tenang, asri, dan bikin betah. Dari luar memang tampak sederhana, tapi begitu masuk ke dalam, kamu akan disambut dengan halaman hijau yang luas, area duduk lesehan di saung bambu, dan berbagai hidangan khas Nusantara yang menggugah selera. Cocok banget buat makan bareng keluarga, quality time sama pasangan, atau sekadar healing sambil menikmati makanan rumahan yang nikmat.</p>
<h2 data-start="721" data-end="753">Akses Lokasi yang Tersembunyi</h2>
<p data-start="755" data-end="1086">Untuk menemukan tempat ini, diarahkan lewat patokan <strong data-start="811" data-end="837">TK Islam Terpadu Ciara</strong>. Dari situ, tinggal masuk ke dalam gang kecil dan akan ketemu rumah makan yang tanpa plang—semakin mempertegas statusnya sebagai tempat tersembunyi. Tapi jangan khawatir, jika sudah reservasi, kalian akan dikirimi <strong data-start="1052" data-end="1085">peta lokasi dan arahan parkir</strong>.</p>
<h2 data-start="1088" data-end="1125">Masuk Dapur: Menu Spesial Hari Ini</h2>
<p data-start="1127" data-end="1252">Begitu sampai, langsung ke area dapurnya yang terbuka alias <strong data-start="1191" data-end="1210">outdoor kitchen</strong>. Hari ini menu yang tersedia hanya dua:</p>
<ul data-start="1253" data-end="1334">
<li data-start="1253" data-end="1296">
<p data-start="1255" data-end="1296"><strong data-start="1255" data-end="1273">Ayam Rimo-Rimo</strong>, makanan khas Maluku</p>
</li>
<li data-start="1297" data-end="1334">
<p data-start="1299" data-end="1334"><strong data-start="1299" data-end="1316">Bebek Songkem</strong>, khas dari Madura</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1336" data-end="1673"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-4520" src="https://lensaperjalanan.b-cdn.net/wp-content/uploads/2025/05/picture-1663667828.jpg" alt="" width="945" height="768" srcset="https://lensaperjalanan.b-cdn.net/wp-content/uploads/2025/05/picture-1663667828.jpg 945w, https://lensaperjalanan.b-cdn.net/wp-content/uploads/2025/05/picture-1663667828-300x244.jpg 300w, https://lensaperjalanan.b-cdn.net/wp-content/uploads/2025/05/picture-1663667828-768x624.jpg 768w" sizes="(max-width: 945px) 100vw, 945px" /></p>
<p data-start="1336" data-end="1673">Ayam Rimo-Rimo adalah hasil dari perjalanan kreatif para pemiliknya yang bersepeda ke Maluku selama 8 bulan. Mereka mendapatkan resep langsung dari Mama Norma di sana. Sementara Bebek Songkem dimasak dengan <strong data-start="1543" data-end="1599">metode kukus menggunakan pelepah pisang selama 4 jam</strong>, dan dimasak menggunakan <strong data-start="1625" data-end="1651">kayu bakar tradisional</strong>—benar-benar autentik.</p>
<h2 data-start="1675" data-end="1716">Filosofi Nama dan Konsep Ruang Kreatif</h2>
<p data-start="1718" data-end="2106">Nama “Omah Jangan Diam Terus” ternyata punya filosofi unik. Tempat ini bukan sekadar restoran, melainkan sebuah <strong data-start="1830" data-end="1847">ruang kreatif</strong> hasil dari perjalanan dan eksplorasi para pemiliknya, Mas Raffi dan Mas Bowo. Mereka adalah para pegiat sepeda yang sering melakukan perjalanan untuk belajar budaya kuliner lokal. Dari sinilah ide untuk menghadirkan menu-menu khas dari berbagai daerah lahir.</p>
<p data-start="2108" data-end="2385">Selain makanan, mereka juga menawarkan <strong data-start="2147" data-end="2180">layanan desain dan konstruksi</strong>, karena keduanya memiliki latar belakang teknik sipil. Bahkan mereka mengadakan <strong data-start="2261" data-end="2298">open trip lokal dan internasional</strong> yang bertujuan ke ruang-ruang kreatif di berbagai tempat seperti Thailand dan Vietnam.</p>
<h2 data-start="2387" data-end="2427">Proses Masak yang Idealis dan Estetik</h2>
<p data-start="2429" data-end="2696">Yang menarik lagi, proses penyajian makanan di sini sangat memperhatikan nilai-nilai lokal. Ayam Rimo-Rimo disajikan di dalam <strong data-start="2555" data-end="2564">bambu</strong>, sementara alat penyajian lainnya juga autentik dari Maluku seperti <strong data-start="2633" data-end="2642">saloy</strong>—keranjang khas yang biasa digunakan untuk panen pala.</p>
<p data-start="2698" data-end="2940">Untuk harga, Bebek Songkem dibanderol <strong data-start="2736" data-end="2748">Rp60.000</strong> dan Ayam Rimo-Rimo <strong data-start="2768" data-end="2780">Rp65.000</strong>, termasuk nasi. Semua dimasak dengan metode <strong data-start="2825" data-end="2841">slow cooking</strong>, tanpa stok harian, sehingga harus pesan dari H-1 agar bahan bisa dibelanjakan dan diproses segar.</p>
<h2 data-start="2942" data-end="2979">Maksimal 35 Orang, Wajib Reservasi</h2>
<p data-start="2981" data-end="3200">Restoran ini bisa menampung hingga <strong data-start="3016" data-end="3037">35 orang per sesi</strong>, dan biasanya hanya buka dari jam 12.00 sampai 21.00 malam, <strong data-start="3098" data-end="3125">tutup setiap hari Senin</strong>. Karena eksklusivitas dan keterbatasan porsi, reservasi sangat disarankan.</p>
<h2 data-start="3202" data-end="3248">Waktu Makan: Cita Rasa yang Kaya dan Lembut</h2>
<p data-start="3250" data-end="3540">langsung cobain Bebek Songkem terlebih dulu. Bebeknya disajikan dengan <strong data-start="3325" data-end="3375">sambal mangga, daun kemangi, dan sayuran rebus</strong>, lengkap dengan <strong data-start="3392" data-end="3412">serundeng kelapa</strong> di atas nasi aromatik. Daging bebeknya lembut banget karena dimasak dalam waktu lama, rasanya gurih dan sedikit pedas—sempurna!</p>
<p>The post <a href="https://lensaperjalanan.com/kuliner/restoran-rasa-rumah-di-depok-omah-jangan-diam-terus/">Restoran Rasa Rumah di Depok: Omah Jangan Diam Terus</a> appeared first on <a href="https://lensaperjalanan.com">Lensa Perjalanan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lensaperjalanan.com/kuliner/restoran-rasa-rumah-di-depok-omah-jangan-diam-terus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 28/31 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network via lensaperjalanan.b-cdn.net
Minified using Disk

Served from: lensaperjalanan.com @ 2026-04-29 17:30:35 by W3 Total Cache
-->