| | | | | | | | | | |

Destinasi Memukau di Geopark Maros–Pangkep yang Wajib Kamu Kunjungi

Geopark Maros–Pangkep di Sulawesi Selatan bukan sekadar kawasan wisata. Ia adalah bentang alam purba yang menyimpan sejarah bumi, jejak manusia, dan keindahan karst tropis yang diakui dunia. Tebing kapur menjulang seperti menara, sungai mengalir di antara lorong batu, dan gua-gua menjadi saksi kehidupan ribuan tahun silam.

Berkunjung ke kawasan ini serasa membuka buku raksasa tentang bumi. Setiap destinasi menghadirkan cerita berbeda, namun semuanya terikat dalam satu harmoni alam yang memukau.

Sekilas tentang Geopark Maros–Pangkep

Geopark Maros–Pangkep dikenal sebagai salah satu kawasan karst terluas di dunia. Wilayah ini membentang dari Kabupaten Maros hingga Pangkep, dengan ratusan bukit kapur, gua prasejarah, sungai bawah tanah, dan ekosistem khas.

Keistimewaannya bukan hanya pada lanskap. Di sinilah ditemukan lukisan gua tertua di dunia, jejak manusia purba, dan keanekaragaman hayati yang hidup di lingkungan ekstrem karst.

Rammang-Rammang: Ikon Karst Maros–Pangkep

Rammang-Rammang adalah pintu gerbang paling populer menuju geopark. Perjalanan dimulai dengan menyusuri Sungai Pute menggunakan perahu kayu.

Tebing karst menjulang di kiri kanan, menciptakan koridor alam yang megah. Air sungai yang tenang memantulkan bayangan bukit batu, menghadirkan pemandangan yang terasa seperti lukisan hidup.

Di tengah kawasan ini terdapat kampung kecil, sawah, dan telaga. Suasananya sunyi dan damai, membuat Rammang-Rammang menjadi tempat terbaik untuk menikmati wajah asli Maros–Pangkep.

Leang-Leang: Galeri Seni Manusia Purba

Kawasan gua Leang-Leang adalah jantung sejarah geopark. Di sinilah ditemukan lukisan cap tangan dan gambar hewan yang berusia puluhan ribu tahun.

Memasuki gua, pengunjung akan melihat langsung dinding batu yang menjadi kanvas manusia prasejarah. Cap tangan berwarna merah kecokelatan masih jelas terlihat, seolah menjadi salam dari masa lalu.

Leang-Leang tidak hanya indah, tetapi juga menggetarkan. Ia mengingatkan bahwa Sulawesi Selatan adalah salah satu pusat peradaban manusia tertua di dunia.

Taman Nasional Bantimurung: Air Terjun dan Kerajaan Kupu-Kupu

Bantimurung dikenal luas sebagai “Kerajaan Kupu-Kupu”. Pada musim tertentu, ratusan kupu-kupu beterbangan di sekitar kawasan air terjun.

Air Terjun Bantimurung mengalir dari tebing karst tinggi, jatuh ke kolam alami yang jernih. Suara gemuruh air berpadu dengan kicau burung dan gerak sayap kupu-kupu.

Di sini, geopark memperlihatkan sisi yang lebih lembut. Tidak hanya megah, tetapi juga hidup.

Leang Panninge: Jejak Peradaban Toalean

Leang Panninge dikenal sebagai situs penting arkeologi. Di gua inilah ditemukan kerangka manusia purba dari kebudayaan Toalean.

Lingkungan sekitar gua masih alami. Pepohonan menaungi jalan setapak, sementara tebing karst berdiri sunyi di kejauhan.

Berada di Leang Panninge menghadirkan rasa hormat. Tempat ini bukan sekadar objek wisata, melainkan saksi awal perjalanan manusia di Sulawesi.

Bukit Karst dan Stone Garden: Panorama dari Atas

Selain sungai dan gua, Maros–Pangkep juga menawarkan panorama dari ketinggian. Bukit-bukit karst dan stone garden alami tersebar di berbagai titik.

Dari atas, kawasan geopark terlihat seperti lautan batu. Saat matahari terbit atau terbenam, cahaya keemasan membentuk bayangan panjang di sela karst, menciptakan pemandangan dramatis.

Tempat-tempat ini menjadi favorit bagi pencinta fotografi dan penikmat lanskap alam.

Baca Juga :

3 Destinasi Wisata Alam Penuh Sejarah Di Halmahera

Penutup: Maros–Pangkep, Perpaduan Keindahan dan Sejarah

Geopark Maros–Pangkep bukan destinasi yang hanya dinikmati dengan kamera. Ia adalah tempat untuk belajar, merenung, dan mengagumi perjalanan panjang bumi dan manusia.

Dari Rammang-Rammang yang megah, Leang-Leang yang bersejarah, Bantimurung yang hidup, hingga Leang Panninge yang sunyi, semuanya menyatu dalam satu kawasan luar biasa.

Similar Posts

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *