lensaperjalanan.com – Lupis ketan kuah gula merah merupakan salah satu jajanan tradisional khas Indonesia yang masih digemari hingga kini. Terbuat dari ketan yang dibungkus daun pisang dan disajikan dengan kuah gula merah kental serta taburan kelapa parut, makanan ini menyajikan rasa manis, legit, dan gurih dalam satu suapan. Lupis sering dijumpai di pasar tradisional atau acara hajatan, dan menjadi simbol kekayaan kuliner nusantara.

Asal Usul dan Filosofi di Balik Lupis

Lupis kean meskipun berasal dari berbagai daerah di Indonesia, lupis paling dikenal sebagai jajanan khas Jawa. Bentuknya yang menyerupai segitiga dan dibungkus daun pisang memiliki filosofi tersendiri. Dalam budaya Jawa, makanan berbentuk segitiga atau kerucut melambangkan harapan untuk naik derajat dan mendekatkan diri pada Tuhan. Biasanya, lupis disajikan dalam acara tradisional seperti selamatan atau syukuran.

Bahan dan Proses Pembuatan

Lupis terbuat dari beras ketan putih yang sudah direndam semalaman agar teksturnya pulen dan lengket setelah dikukus atau direbus. Setelah direndam, ketan dibungkus dalam daun pisang dengan bentuk kerucut atau segitiga, lalu direbus selama beberapa jam hingga matang sempurna.

Kuah gula merahnya dibuat dari campuran gula merah, sedikit gula pasir, daun pandan, dan air, yang dimasak hingga kental dan harum. Untuk pelengkap, kelapa parut kasar yang sudah dikukus dan diberi sedikit garam menjadi topping utama, menambahkan cita rasa gurih yang khas.

Baca Juga

Rekomendasi 10 Wisata Dago Paling Hits dan Kekinian

Kombinasi Rasa yang Menggoda

Yang membuat lupis begitu istimewa adalah perpaduan rasa dan teksturnya. Ketan yang lembut berpadu dengan kuah gula merah yang manis legit, menciptakan sensasi kenyal dan leleh di mulut. Ditambah kelapa parut yang gurih, setiap gigitan menghadirkan nostalgia akan makanan tradisional masa kecil.

Biasanya lupis disajikan dalam keadaan hangat, meskipun tak sedikit yang menikmatinya dalam kondisi dingin. Rasa manis dari gula merah juga membuat lupis cocok dijadikan menu buka puasa atau camilan sore hari.

Warisan Kuliner yang Perlu Dilestarikan

Di tengah gempuran makanan modern, keberadaan lupis patut dilestarikan. Jajanan ini bukan hanya sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan budaya yang kaya akan nilai historis dan kearifan lokal. Membuat lupis di rumah pun kini semakin mudah, dengan bahan-bahan yang bisa ditemukan di pasar dan teknik memasak yang sederhana.

Melestarikan lupis sama halnya dengan menjaga identitas kuliner Indonesia. Karena di balik rasa manisnya, tersimpan kenangan, nilai, dan cinta terhadap tradisi.

You might also enjoy:

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *