lensaperjalanan.com – Laksan makanan khas Palembang yang terbuat dari adonan tepung sagu dan ikan yang dibentuk memanjang seperti empek-empek lenjer, kemudian diiris dan disajikan dengan kuah santan berwarna kekuningan. Kuah santan ini biasanya dibumbui dengan berbagai rempah seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, lengkuas, dan ketumbar, sehingga menghasilkan cita rasa yang kaya, gurih, dan sedikit pedas.
Kuah santan yang digunakan dalam laksan mengingatkan banyak orang pada kuah opor atau lontong sayur, namun memiliki ciri khas tersendiri dari segi komposisi bumbu dan aroma.
Asal-Usul Laksan
Asal-usul nama “laksan” sendiri masih menjadi perdebatan, namun masyarakat Palembang telah mengenal hidangan ini secara turun-temurun. Laksan diyakini merupakan salah satu modifikasi dari makanan berbasis ikan yang telah berkembang sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam. Seperti halnya empek-empek dan celimpungan, juga memanfaatkan hasil perikanan sungai Musi yang melimpah, terutama ikan belida atau tenggiri sebagai bahan utama.
Dalam budaya masyarakat Palembang, tidak hanya menjadi makanan sehari-hari, tetapi juga sering disajikan dalam acara-acara tertentu seperti perayaan keluarga, hari besar keagamaan, hingga hajatan adat.
Bcca Juga
Rekomendasi 8 Wisata Ramah Anak Saat Liburan di Palembang
Cita Rasa yang Menggoda
Yang membedakan laksan dengan olahan ikan lainnya adalah kuah santannya. Perpaduan antara rasa gurih santan, pedas bumbu, dan lembutnya potongan lenjer membuat memiliki karakter rasa yang unik. Rasa ikannya tetap terasa, namun tidak mendominasi, karena telah menyatu dengan kuah yang kaya rempah.
Tak heran jika banyak warga Palembang dan para pelancong yang jatuh cinta pada sajian ini. Bahkan, banyak yang menganggap sebagai “comfort food” atau makanan yang memberikan rasa nyaman dan mengingatkan pada rumah.
Harga dan Tempat Menikmati Laksan
Laksan banyak dijajakan di warung-warung tradisional, pasar kuliner, dan kedai sarapan pagi di Palembang. Salah satu tempat yang terkenal adalah Pasar 26 Ilir atau kawasan Lemabang yang memang dikenal sebagai sentra kuliner khas.
Harganya pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per porsi tergantung tempat dan porsi. Selain itu, banyak penjual yang kini menyajikan laksan dalam bentuk kemasan siap saji untuk dibawa sebagai oleh-oleh atau dinikmati di rumah.
Laksan di Era Modern
Seiring perkembangan zaman, kini tidak hanya ditemukan di Palembang, tetapi juga sudah merambah ke kota-kota lain di Indonesia berkat pelaku UMKM kuliner Palembang yang memperkenalkan makanan ini lewat media sosial atau platform digital. Bahkan beberapa restoran khas Sumatra Selatan di Jakarta dan Bandung sudah menyertakan dalam daftar menu mereka.
Selain itu, variasi laksan pun mulai bermunculan. Ada yang menambahkan isian udang atau kepiting dalam kuahnya, atau mengganti jenis ikan untuk menyesuaikan dengan selera lokal. Namun, rasa otentik klasik tetap menjadi favorit.
Penutup
Laksan bukan hanya sekadar makanan, tapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Palembang. Setiap suapan laksan membawa cita rasa warisan kuliner yang telah dijaga turun-temurun. Dengan kuah santan yang kaya bumbu dan potongan ikan yang lembut