<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arsitektur Bangsal Kencana Archives - Lensa Perjalanan</title>
	<atom:link href="https://lensaperjalanan.com/tag/arsitektur-bangsal-kencana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lensaperjalanan.com/tag/arsitektur-bangsal-kencana/</link>
	<description>Review Hotel, Jalan Jalan, Traveling Ke Tempat Wisata Kekinian</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Mar 2025 10:49:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://lensaperjalanan.com/wp-content/uploads/2025/01/cropped-bc624860-d716-4058-988c-7ac45baa08c0-removebg-preview-32x32.png</url>
	<title>Arsitektur Bangsal Kencana Archives - Lensa Perjalanan</title>
	<link>https://lensaperjalanan.com/tag/arsitektur-bangsal-kencana/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bangsal Kencana: Warisan Keemasan Keraton Yogyakarta yang Penuh Kemegahan</title>
		<link>https://lensaperjalanan.com/traveling/bangsal-kencana-warisan-keemasan-keraton-yogyakarta-yang-penuh-kemegahan/</link>
					<comments>https://lensaperjalanan.com/traveling/bangsal-kencana-warisan-keemasan-keraton-yogyakarta-yang-penuh-kemegahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminperjalanan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 10:48:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitektur Bangsal Kencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bangsal Kencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bangunan bersejarah Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Fungsi Bangsal Kencana]]></category>
		<category><![CDATA[Joglo Mangkurat]]></category>
		<category><![CDATA[Keraton Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Bangsal Kencana]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Keraton Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Singgasana Sultan]]></category>
		<category><![CDATA[Struktur Bangsal Kencana]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Keraton Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara adat keraton]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan budaya Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata budaya Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lensaperjalanan.com/?p=2185</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta, lensaperjalanan.com &#8211; Bangsal Kencana, yang berarti &#8220;bangsal keemasan,&#8221; merupakan salah satu bangunan utama di Keraton Yogyakarta. Dinamakan demikian karena sebagian besar struktur kayunya dilapisi emas (prada berbahan emas). Bangunan ini berfungsi sebagai tempat singgasana Sultan serta lokasi berbagai upacara penting dalam lingkungan keraton. Bangsal Kencana didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1719...</p>
<p>The post <a href="https://lensaperjalanan.com/traveling/bangsal-kencana-warisan-keemasan-keraton-yogyakarta-yang-penuh-kemegahan/">Bangsal Kencana: Warisan Keemasan Keraton Yogyakarta yang Penuh Kemegahan</a> appeared first on <a href="https://lensaperjalanan.com">Lensa Perjalanan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" data-start="231" data-end="556"><a href="https://lensaperjalanan.com/traveling/bangsal-kencana-warisan-keemasan-keraton-yogyakarta-yang-penuh-kemegahan/">Yogyakarta, lensaperjalanan.com</a> &#8211; Bangsal Kencana, yang berarti &#8220;bangsal keemasan,&#8221; merupakan salah satu bangunan utama di Keraton Yogyakarta. Dinamakan demikian karena sebagian besar struktur kayunya dilapisi emas (prada berbahan emas). Bangunan ini berfungsi sebagai tempat singgasana Sultan serta lokasi berbagai upacara penting dalam lingkungan keraton.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="558" data-end="920">Bangsal Kencana didirikan oleh <strong data-start="589" data-end="652">Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1719 Jawa (1792 Masehi)</strong>. Keberadaan bangunan ini ditandai dengan candrasengkala <em data-start="709" data-end="741">Trus Satunggal Panditaning Rat</em>, yang bermakna kesatuan antara Sultan sebagai pemimpin dan rakyatnya. Bangsal ini juga melambangkan <strong data-start="842" data-end="871">Manunggaling Kawula-Gusti</strong>, yang berarti kesatuan antara raja dan rakyat.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="922" data-end="1212">Bangsal Kencana digunakan dalam berbagai acara penting, seperti <strong data-start="986" data-end="1021">upacara sungkeman dan ngabekten</strong> yang dilakukan oleh para abdi dalem pada hari-hari besar, termasuk perayaan <strong data-start="1098" data-end="1111">Idulfitri</strong>. Selain itu, bangunan ini juga menjadi tempat diadakannya acara adat dan prosesi kerajaan lainnya.</p>
<h2 style="text-align: justify;" data-start="1221" data-end="1256"><strong data-start="1224" data-end="1254">Arsitektur Bangsal Kencana</strong></h2>
<p style="text-align: justify;" data-start="1257" data-end="1593">Bangsal Kencana dibangun dengan gaya <strong data-start="1294" data-end="1313">Joglo Mangkurat</strong>, yang merupakan salah satu bentuk arsitektur khas Jawa. Bangunan ini memiliki struktur utama berbentuk joglo dengan tiang-tiang penyangga. Namun, seiring waktu, beberapa penambahan elemen dilakukan untuk memperkuat dan memperindah bangunan, terutama pada masa kolonial Belanda.</p>
<h3 style="text-align: justify;" data-start="1595" data-end="1633"><strong data-start="1599" data-end="1631">Penambahan Struktur Bangunan</strong></h3>
<ol style="text-align: justify;" data-start="1634" data-end="2891">
<li data-start="1634" data-end="1879">
<p data-start="1637" data-end="1879"><strong data-start="1637" data-end="1665">Emper (serambi tambahan)</strong><br data-start="1665" data-end="1668" />Emper ditambahkan di sisi bangunan untuk memberikan perlindungan dari panas matahari dan hujan. Langit-langit emper diberi elemen plafon baru berwarna putih, menciptakan tampilan yang lebih bersih dan rapi.</p>
</li>
<li data-start="1881" data-end="2060">
<p data-start="1884" data-end="2060"><strong data-start="1884" data-end="1913">Kuncungan (teras beratap)</strong><br data-start="1913" data-end="1916" />Pada bagian timur bangunan, ditambahkan kuncungan yang berfungsi sebagai pelindung tambahan dan mempercantik struktur keseluruhan bangunan.</p>
</li>
<li data-start="2062" data-end="2244">
<p data-start="2065" data-end="2244"><strong data-start="2065" data-end="2088">Tiang besi penopang</strong><br data-start="2088" data-end="2091" />Semua penambahan emper ditopang dengan tiang besi untuk memperkuat struktur. Penambahan ini juga memberikan keseimbangan visual pada bangunan utama.</p>
</li>
<li data-start="2246" data-end="2455">
<p data-start="2249" data-end="2455"><strong data-start="2249" data-end="2293">Kaca patri berlambang Keraton Yogyakarta</strong><br data-start="2293" data-end="2296" />Di bagian barat bangunan, ditambahkan kaca patri yang membentuk lambang Keraton Yogyakarta. Elemen ini menambah unsur artistik dan simbolis pada bangunan.</p>
</li>
<li data-start="2457" data-end="2643">
<p data-start="2460" data-end="2643"><strong data-start="2460" data-end="2477">Lantai marmer</strong><br data-start="2477" data-end="2480" />Lantai Bangsal Kencana terdiri dari dua bagian, yaitu lantai dasar dan lantai utama. Keduanya menggunakan marmer putih yang memberikan kesan mewah dan elegan.</p>
</li>
<li data-start="2645" data-end="2891">
<p data-start="2648" data-end="2891"><strong data-start="2648" data-end="2691">Tiang dan ukiran bernuansa Hindu-Buddha</strong><br data-start="2691" data-end="2694" />Tiang-tiang bangunan dihiasi dengan ukiran bercorak Hindu-Buddha, seperti motif <strong data-start="2777" data-end="2812">Putri Mirong, Padma, dan Praban</strong>. Hal ini mencerminkan pengaruh seni tradisional yang kaya dalam budaya Jawa.</p>
</li>
</ol>
<h2 style="text-align: justify;" data-start="2900" data-end="2931"><strong data-start="2903" data-end="2929">Fungsi Bangsal Kencana</strong></h2>
<p style="text-align: justify;" data-start="2932" data-end="3052">Bangsal Kencana memiliki berbagai fungsi, baik dalam kehidupan kerajaan maupun dalam penyelenggaraan acara kebudayaan.</p>
<ol style="text-align: justify;" data-start="3054" data-end="4075">
<li data-start="3054" data-end="3304">
<p data-start="3057" data-end="3304"><strong data-start="3057" data-end="3085">Tempat Singgasana Sultan</strong><br data-start="3085" data-end="3088" />Di dalam Bangsal Kencana, Sultan bertakhta menghadap ke timur, ke arah matahari terbit. Posisi ini melambangkan kekuasaan Sultan yang kuat dan bijaksana, seperti matahari yang memberikan cahaya kepada rakyatnya.</p>
</li>
<li data-start="3306" data-end="3546">
<p data-start="3309" data-end="3546"><strong data-start="3309" data-end="3333">Menyambut tamu agung</strong><br data-start="3333" data-end="3336" />Bangsal Kencana sering digunakan untuk menerima tamu agung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sebagai bagian dari tradisi keraton, penyambutan dilakukan dengan tata cara adat yang penuh keagungan.</p>
</li>
<li data-start="3548" data-end="3777">
<p data-start="3551" data-end="3777"><strong data-start="3551" data-end="3587">Penyelenggaraan upacara kerajaan</strong><br data-start="3587" data-end="3590" />Berbagai upacara adat, seperti pernikahan, khitanan keluarga kerajaan, serta pementasan seni budaya seperti <strong data-start="3701" data-end="3738">wayang orang dan tari tradisional</strong>, sering diadakan di Bangsal Kencana.</p>
</li>
<li data-start="3779" data-end="4075">
<p data-start="3782" data-end="4075"><strong data-start="3782" data-end="3808">Tempat audiensi Sultan</strong><br data-start="3808" data-end="3811" />Sultan menerima para abdi dalem, pejabat, serta kerabat kerajaan di Bangsal Kencana. Pada momen tertentu, seperti setelah perayaan <strong data-start="3945" data-end="3958">Idulfitri</strong>, abdi dalem dan masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan penghormatan dan permohonan maaf kepada Sultan.</p>
</li>
</ol>
<blockquote><p>Baca Juga :</p>
<h3 class="entry-title"><a href="https://lensaperjalanan.com/kuliner/restoran-di-jogja-nikmati-hidangan-lezat-dan-suasana-unik-di-10-tempat-terbaik/" rel="bookmark">Restoran di Jogja : Nikmati Hidangan Lezat dan Suasana Unik di 10 Tempat Terbaik</a></h3>
</blockquote>
<h2 style="text-align: justify;" data-start="4082" data-end="4132"><strong data-start="4085" data-end="4130">Bagian-Bagian Bangsal Kencana dan Keraton</strong></h2>
<p style="text-align: justify;" data-start="4133" data-end="4270">Bangsal Kencana merupakan bagian dari kompleks Keraton Yogyakarta, yang terdiri dari berbagai area penting dengan fungsi masing-masing.</p>
<h3 style="text-align: justify;" data-start="4272" data-end="4297"><strong data-start="4276" data-end="4295">1. Bagian Depan</strong></h3>
<p style="text-align: justify;" data-start="4298" data-end="4396">Bagian depan merupakan area pertama yang menyambut tamu sebelum memasuki kompleks utama keraton.</p>
<ul style="text-align: justify;" data-start="4398" data-end="4931">
<li data-start="4398" data-end="4575">
<p data-start="4400" data-end="4575"><strong data-start="4400" data-end="4422">Gladhag Pangurakan</strong><br data-start="4422" data-end="4425" />Gerbang utama yang berfungsi sebagai pintu masuk ke dalam keraton. Gerbang ini menjadi simbol perbatasan antara dunia luar dan lingkungan keraton.</p>
</li>
<li data-start="4577" data-end="4751">
<p data-start="4579" data-end="4751"><strong data-start="4579" data-end="4596">Alun-alun Lor</strong><br data-start="4596" data-end="4599" />Terletak di utara keraton, alun-alun ini digunakan sebagai tempat berbagai upacara penting, termasuk upacara Grebeg yang merupakan tradisi kerajaan.</p>
</li>
<li data-start="4753" data-end="4931">
<p data-start="4755" data-end="4931"><strong data-start="4755" data-end="4771">Masjid Gedhe</strong><br data-start="4771" data-end="4774" />Masjid utama keraton yang terletak di sisi barat alun-alun lor. Masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah bagi keluarga kerajaan dan masyarakat sekitar.</p>
</li>
</ul>
<h3 style="text-align: justify;" data-start="4933" data-end="4957"><strong data-start="4937" data-end="4955">2. Bagian Inti</strong></h3>
<p style="text-align: justify;" data-start="4958" data-end="5071">Bagian inti merupakan area utama dalam kompleks keraton, tempat berbagai kegiatan penting kerajaan berlangsung.</p>
<ul style="text-align: justify;" data-start="5073" data-end="6160">
<li data-start="5073" data-end="5223">
<p data-start="5075" data-end="5223"><strong data-start="5075" data-end="5096">Bangsal Pagelaran</strong><br data-start="5096" data-end="5099" />Bangunan ini digunakan sebagai tempat berkumpulnya para penggawa kasultanan ketika menghadap Sultan dalam upacara resmi.</p>
</li>
<li data-start="5225" data-end="5378">
<p data-start="5227" data-end="5378"><strong data-start="5227" data-end="5242">Sitihinggil</strong><br data-start="5242" data-end="5245" />Area yang digunakan untuk upacara adat dan prosesi kerajaan. Letaknya yang lebih tinggi melambangkan kedudukan Sultan yang luhur.</p>
</li>
<li data-start="5380" data-end="5520">
<p data-start="5382" data-end="5520"><strong data-start="5382" data-end="5401">Kamandungan Lor</strong><br data-start="5401" data-end="5404" />Bangunan ini berada di sebelah utara Bangsal Kencana dan menjadi bagian dari jalur utama dalam kompleks keraton.</p>
</li>
<li data-start="5522" data-end="5674">
<p data-start="5524" data-end="5674"><strong data-start="5524" data-end="5540">Sri Manganti</strong><br data-start="5540" data-end="5543" />Digunakan sebagai tempat menerima tamu kerajaan, serta lokasi pementasan seni budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Jawa.</p>
</li>
<li data-start="5676" data-end="5870">
<p data-start="5678" data-end="5870"><strong data-start="5678" data-end="5690">Kedhaton</strong><br data-start="5690" data-end="5693" />Merupakan tempat tinggal keluarga kerajaan. Di dalamnya terdapat beberapa bagian, seperti <strong data-start="5785" data-end="5797">Keputren</strong> (kediaman istri Sultan) dan <strong data-start="5826" data-end="5839">Kesatrian</strong> (tempat tinggal putra raja).</p>
</li>
<li data-start="5872" data-end="6044">
<p data-start="5874" data-end="6044"><strong data-start="5874" data-end="5888">Kemagangan</strong><br data-start="5888" data-end="5891" />Area ini digunakan untuk penerimaan dan pelatihan abdi dalem. Para calon abdi dalem harus melalui berbagai tahap ujian sebelum diterima secara resmi.</p>
</li>
<li data-start="6046" data-end="6160">
<p data-start="6048" data-end="6160"><strong data-start="6048" data-end="6069">Sitihinggil Kidul</strong><br data-start="6069" data-end="6072" />Tempat Sultan menyaksikan latihan prajurit perempuan serta persiapan upacara Grebeg.</p>
</li>
</ul>
<h3 style="text-align: justify;" data-start="6162" data-end="6190"><strong data-start="6166" data-end="6188">3. Bagian Belakang</strong></h3>
<p style="text-align: justify;" data-start="6191" data-end="6272">Bagian belakang keraton memiliki peran penting dalam koneksi dengan dunia luar.</p>
<ul style="text-align: justify;" data-start="6274" data-end="6525">
<li data-start="6274" data-end="6416">
<p data-start="6276" data-end="6416"><strong data-start="6276" data-end="6295">Alun-alun Kidul</strong><br data-start="6295" data-end="6298" />Terletak di selatan keraton, alun-alun ini sering digunakan untuk berbagai kegiatan hiburan dan acara tradisional.</p>
</li>
<li data-start="6418" data-end="6525">
<p data-start="6420" data-end="6525"><strong data-start="6420" data-end="6441">Plengkung Nirbaya</strong><br data-start="6441" data-end="6444" />Gerbang utama yang menjadi jalur utama menuju makam raja-raja di <strong data-start="6511" data-end="6522">Imogiri</strong>.</p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;" data-start="6552" data-end="6935">Bangsal Kencana bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga simbol kebesaran dan kebudayaan Keraton Yogyakarta. Dengan arsitektur khas Jawa yang diperkaya pengaruh Hindu-Buddha serta sentuhan kolonial, bangunan ini mencerminkan kejayaan budaya keraton. Hingga kini, Bangsal Kencana tetap menjadi saksi berbagai acara adat dan prosesi penting dalam kehidupan kerajaan Yogyakarta.</p>
<p>The post <a href="https://lensaperjalanan.com/traveling/bangsal-kencana-warisan-keemasan-keraton-yogyakarta-yang-penuh-kemegahan/">Bangsal Kencana: Warisan Keemasan Keraton Yogyakarta yang Penuh Kemegahan</a> appeared first on <a href="https://lensaperjalanan.com">Lensa Perjalanan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lensaperjalanan.com/traveling/bangsal-kencana-warisan-keemasan-keraton-yogyakarta-yang-penuh-kemegahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 14/45 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network via lensaperjalanan.b-cdn.net
Minified using Disk

Served from: lensaperjalanan.com @ 2026-08-04 12:56:39 by W3 Total Cache
-->